Ia menambahkan, pembangunan wisata tersebut bersumber dari penyertaan modal desa, sebagai wujud komitmen pemerintah desa dalam mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Tak hanya menawarkan panorama alam, Taman Cempulutan juga memperkenalkan Kopi Sigotak, kopi robusta khas Desa Kramat yang menjadi produk unggulan lokal. Kopi ini dikenal memiliki aroma kuat, cita rasa khas, serta kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga menjadi pelengkap pengalaman wisata bagi pengunjung.
Kepala Desa Kramat, Jarwani, menyampaikan bahwa pengembangan Taman Cempulutan merupakan hasil kolaborasi pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat dalam menggali potensi wisata berbasis alam dan konservasi.
“Kami berharap setelah diluncurkannya Taman Cempulutan ini, kawasan wisata ini dapat menjadi jembatan lahirnya wahana-wahana lain yang mendukung berkembangnya wisata konservasi Sigotak Desa Kramat atau Siregol Argo Buthak,” tuturnya.
Menurut Jarwani, fungsi Taman Cempulutan tidak hanya sebatas rekreasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi lingkungan dan penguatan ekonomi warga. Keunggulan lain kawasan ini adalah lokasinya yang terhubung dengan sejumlah destinasi alam di sekitarnya, seperti Bukit Siregol yang berada di antara Desa Sirau dan Desa Kramat. Kawasan perbukitan tersebut dikenal memiliki lanskap alami, aliran sungai kecil, serta beberapa curug yang masih asri.
Dengan konsep wisata yang saling terintegrasi, pengunjung Taman Cempulutan dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi alam sekitar, mulai dari wisata konservasi, petualangan, hingga eksplorasi perbukitan dan air terjun. Pola ini diharapkan mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di desa.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, Sumarsono, menyambut positif hadirnya destinasi wisata baru tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya aspek keselamatan pengunjung, terutama pada wahana kolam renang.
“Kolam renang merupakan wahana yang memiliki risiko tinggi, sehingga perlu disiapkan standar keselamatan seperti lifeguard, pelampung, dan petugas yang selalu siaga,” ujarnya.
Selain keselamatan, Sumarsono juga mendorong pengelola untuk menerapkan prinsip Sapta Pesona guna meningkatkan kenyamanan wisatawan. Keramahan petugas, mulai dari area parkir hingga loket tiket, dinilai menjadi faktor penting dalam membangun citra positif destinasi wisata. Ia juga menyarankan penataan stan UMKM secara rapi agar kawasan tetap tertib seiring meningkatnya kunjungan.
Dengan perpaduan keindahan alam, harga terjangkau, fasilitas yang terus dikembangkan, serta keterhubungan dengan destinasi wisata di sekitarnya, Taman Cempulutan diproyeksikan menjadi pilihan baru wisata keluarga berbasis alam di Kabupaten Purbalingga, sekaligus contoh konkret bagaimana pariwisata desa mampu tumbuh selaras dengan konservasi dan kesejahteraan masyarakat.













