Selain itu, Pertamina juga menyalurkan extra dropping LPG 3 kg sejak akhir Februari 2026 sebagai tambahan di luar distribusi reguler.
Dari total 3.145.050 tabung extra dropping yang disiapkan, sebanyak 2.801.210 tabung dialokasikan untuk Jawa Tengah dan 343.840 tabung untuk DIY.
Sebagai informasi, penyaluran fakultatif merupakan distribusi pengganti yang dilakukan saat hari libur atau tanggal merah. Sementara extra dropping adalah tambahan pasokan yang disalurkan bersamaan dengan distribusi reguler untuk memperkuat stok di lapangan.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan mengatakan, Pertamina memastikan tambahan pasokan tersebut dapat menjaga ketersediaan LPG hingga ke tingkat pangkalan.
“Kami memastikan tambahan pasokan LPG 3 kg ini dapat menjaga kehandalan stok di lapangan, terutama di tingkat pangkalan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan LPG 3 kg selama Ramadan hingga Lebaran,” ujar Taufiq.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap program subsidi pemerintah, Pertamina juga mengimbau masyarakat yang mampu agar menggunakan LPG non-subsidi.
Saat ini Pertamina menyediakan produk LPG non subsidi Bright Gas dalam dua varian, yakni ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina. Selain stoknya terjamin, harganya juga dipastikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni paling tinggi di Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18.000. Saat ini masyarakat juga dapat dengan mudah mengetahui lokasi pangkalan terdekat melalui laman subsiditepatlpg.mypertamina.id,” tambahnya.
Melalui langkah ini, PT Pertamina Patra Niaga berharap distribusi energi selama Ramadan hingga Idulfitri tetap lancar sehingga kebutuhan masyarakat di Jawa Tengah dan DIY dapat terpenuhi dengan baik.













