“Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,” ujar Maria dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).
Untuk mendukung mobilitas jemaah di Makkah, pemerintah menyediakan layanan Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam. Layanan ini menghubungkan pemondokan jemaah dengan Masjidil Haram melalui sejumlah titik utama.
Sebanyak 452 armada disiapkan, termasuk 52 bus hidrolik yang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas. Bus tersebut melayani 21 rute berbeda dan dilengkapi sistem panduan bagi jemaah.
“Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” tambahnya.
Di tengah cuaca panas di Makkah yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius, jemaah diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan dengan mengatur aktivitas, memperbanyak minum air, serta menghindari aktivitas berat di siang hari.
“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tegas Maria.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan profesional. Jemaah juga diingatkan untuk menjaga kekompakan serta mengikuti arahan petugas agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar hingga puncak haji.















