JAKARTA, MyInfo.ID – Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings kembali mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia di level BBB. Keputusan ini menegaskan keyakinan pasar global terhadap ketahanan fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.
Afirmasi tersebut merupakan tahap akhir dari proses asesmen yang dilakukan Fitch setelah kunjungan ke Jakarta pada 23–26 Februari 2026. Dalam agenda tersebut, tim Fitch berdiskusi dengan sejumlah kementerian dan lembaga strategis, mulai dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, BP BUMN, Otoritas Jasa Keuangan, Danantara, hingga Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
“Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings hari ini melakukan afirmasi terhadap peringkat Sovereign Credit Indonesia yang tetap berada pada level BBB, menunjukkan kepercayaan terhadap fondasi ekonomi yang kuat, stabil, dan prospek jangka menengah yang solid,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/3/2026).
Menurtnya, hasil afirmasi ini merupakan tahapan akhir dari proses asesmen Fitch setelah rangkaian kunjungan tanggal 23-26 Februari 2026 di Jakarta. “Fitch telah melakukan diskusi dengan beberapa K/L dan otoritas, yaitu: Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, BP BUMN, Otoritas Jasa Keuangan, Danantara, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal,”lanjutnya.
Dalam laporannya, Fitch menilai Indonesia memiliki rekam jejak yang konsisten dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Inflasi dinilai tetap terkendali, sementara rasio utang pemerintah tergolong moderat dibandingkan negara-negara dengan peringkat setara.
Indonesia bahkan memperoleh penilaian tambahan berupa Qualitative Overlay +1 notch pada aspek makroekonomi. Penilaian ini mencerminkan apresiasi terhadap kredibilitas kebijakan ekonomi dan ketahanan sektor keuangan yang dinilai mampu menopang pertumbuhan jangka menengah.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026–2027 diproyeksikan berada di kisaran 5 persen, lebih tinggi dibandingkan median negara berperingkat BBB. Sementara itu, rasio utang pemerintah terhadap PDB diperkirakan tetap terjaga di sekitar 41 persen. Disiplin fiskal serta kuatnya permintaan domestik menjadi faktor utama yang memperkuat daya tahan ekonomi nasional.
Meski rating tetap berada di level investment grade, Fitch menyesuaikan outlook dari stabil menjadi negatif. Penyesuaian ini diberikan dengan mempertimbangkan sejumlah risiko dan dinamika yang masih perlu dicermati.













