Ekspor Sarung Tegal Tertunda 50.000 Potong, DPR Soroti Dampak Konflik Iran–Israel ke UMKM Daerah

Ilustrasi Pengrajin Sarung dengan Alat Tenun Bukan Mesin. Foto: Youtube

Melihat kondisi tersebut, Fikri mendorong pelaku UMKM untuk tidak bergantung pada satu pasar ekspor. Diversifikasi pasar dinilai menjadi strategi penting agar pelaku usaha tetap bertahan saat terjadi gejolak geopolitik global.

Ia menyarankan agar pengusaha sarung dari Tegal mulai memperluas jangkauan pasar ke negara-negara yang dinilai lebih stabil, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Beberapa negara yang dinilai memiliki potensi pasar antara lain Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. Selain itu, peluang ekspor juga terbuka ke negara seperti Turki maupun wilayah Asia Tengah.

“Dengan memiliki beberapa tujuan pasar ekspor, pelaku usaha akan lebih siap menghadapi situasi global yang tidak menentu,” katanya.

Selain membuka pasar baru, Fikri juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM.

Menurutnya, platform digital dapat menjadi sarana efektif bagi pelaku usaha untuk menjangkau pembeli internasional tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.

Dengan strategi adaptif tersebut, industri sarung tradisional di Tegal diharapkan tetap bertahan sekaligus mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global, meski menghadapi dinamika geopolitik dunia yang tidak menentu.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow