Camat Banyumas, Jakarta Tisam, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran perpustakaan digital sangat sejalan dengan visi pemerintah kecamatan yang ingin menjadikan Banyumas sebagai pusat budaya dan kawasan edukatif.
Menurutnya, fasilitas ini akan sangat membantu masyarakat, peneliti, mahasiswa, hingga akademisi yang ingin mendalami sejarah dan perkembangan Kota Lama Banyumas.
“Di malam hari ini kami diberi satu prasasti atau satu perpustakaan, walaupun perpustakaannya tidak nyata, online. Karena memang visi kami salah satunya adalah ingin menjadikan Banyumas ini pusat budaya. Dengan keberadaan perpustakaan digital ini, saya berharap bisa menjadi tambahan literasi untuk masyarakat, peneliti, dan mahasiswa yang tentunya fokus kajian riset atau lainnya perihal Kota Lama Banyumas,” ungkap Jakarta Tisam.
Ia berharap perpustakaan digital ini dapat menjadi sumber pengetahuan baru sekaligus memperkuat identitas Banyumas sebagai kawasan bersejarah.
Kerja sama antara UMP dan Pemerintah Kecamatan Banyumas tidak hanya berhenti pada sektor pendidikan dan literasi. Kedua pihak juga berencana memperluas sinergi ke bidang industri kreatif.
Salah satu program yang tengah disiapkan adalah proyek pembuatan serial FTV dengan latar kawasan Banyumas, yang diharapkan dapat mengangkat potensi budaya lokal ke tingkat yang lebih luas.
Langkah ini dinilai penting untuk mendorong promosi wisata sejarah sekaligus membuka ruang ekonomi kreatif berbasis budaya.
UMP berharap model perpustakaan digital berbasis QR Code ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan budaya membaca masyarakat modern.
Dengan akses yang lebih cepat melalui perangkat smartphone, masyarakat tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu untuk mendapatkan bahan bacaan berkualitas.













