Pendaki juga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Imbauan tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan agar aktivitas wisata dan pendakian tidak justru memicu kebakaran di kawasan Gunung Slamet.
Polsek Karangreja menyatakan upaya pencegahan karhutla akan dilakukan secara berkelanjutan. Selain sosialisasi, kepolisian juga meningkatkan kegiatan preventif dan preemtif di tengah masyarakat.
Edukasi tidak hanya ditujukan kepada warga sekitar kawasan hutan, tetapi juga kepada pendaki yang datang melalui jalur Bambangan.
Langkah tersebut dinilai penting karena pendaki berinteraksi langsung dengan lingkungan hutan selama perjalanan menuju kawasan Gunung Slamet.
AKP Arisno menegaskan kepolisian akan terus mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan mencegah munculnya sumber api.
Upaya pencegahan karhutla juga mendapat dukungan dari pengelola Basecamp Gunung Slamet.
Syaiful, perwakilan Basecamp Gunung Slamet, mengatakan pihaknya turut mengingatkan para pendaki agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran.
Menurutnya, imbauan dari kepolisian dapat menjadi pengingat tambahan bagi pendaki sebelum memulai perjalanan maupun selama berada di jalur pendakian.
“Kami mendukung imbauan yang disampaikan Polsek Karangreja. Para pendaki juga kami ingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” ungkapnya.















