Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras karena stok yang dikelola Bulog saat ini berada dalam kondisi aman.
Hingga 6 Juni 2026, cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog Banyumas mencapai 85.017.338 kg atau setara 85.017,3 ton. Stok tersebut siap digunakan untuk mendukung berbagai program pemerintah dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan.
Selain beras, Bulog Banyumas juga menyalurkan minyak goreng rakyat Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terkendali.
Hingga 6 Juni 2026, realisasi penyaluran Minyakita oleh Bulog Banyumas telah mencapai 881.808 liter yang tersebar di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap.
Prawoko menegaskan Bulog akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena ketersediaan beras dalam kondisi mencukupi. Bulog bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil serta kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tegasnya.















