“Program bantuan pangan tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga beras di pasaran,” ujarnya.
Selain bantuan pangan, Bulog Banyumas juga terus meningkatkan distribusi beras SPHP ke berbagai saluran penjualan. Hingga awal Juni 2026, realisasi penyaluran beras SPHP sejak Maret telah mendekati 5.000 ton.
Sementara itu, jika dihitung sejak Januari 2026, total distribusi beras SPHP telah mencapai sekitar 16.600 ton.
Program SPHP dinilai efektif dalam mengendalikan gejolak harga karena masyarakat dapat memperoleh beras dengan kualitas baik dan harga terjangkau. Di sisi lain, pedagang tetap memperoleh keuntungan yang wajar sesuai ketentuan pemerintah.
Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui berbagai saluran distribusi resmi, mulai dari pasar tradisional, kios pangan, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” kata Prawoko.
Ia menambahkan bahwa kombinasi antara bantuan pangan dan distribusi beras SPHP terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan sekaligus mengendalikan harga beras di pasar.















