Sekolah dan Fasilitas Sosial Ikut Direvitalisasi
Program Bakti TNI AD untuk Rakyat juga menyasar fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan sarana sosial lainnya.
Di Banyumas, kegiatan meliputi revitalisasi empat sekolah, enam tempat ibadah, empat panti asuhan, serta penataan Makam Mbah Kalibening di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas.
Sementara itu, di Kebumen, sasaran program terdiri atas empat sekolah, empat tempat ibadah, satu panti asuhan, serta penataan area parkir makam leluhur di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor.
Berdasarkan laporan masing-masing wilayah, sasaran revitalisasi tersebut belum mencatat perkembangan fisik hingga tanggal pelaporan.
Selain pembangunan fisik, program juga menyediakan berbagai layanan sosial. Di Banyumas, kegiatan operasi bibir sumbing, donor darah, sunatan massal, nikah massal, penyaluran kursi roda, bantuan alat bantu jalan, dan bazar murah dilaporkan telah mencapai target.
Penyaluran paket sembako masih mencapai 50 persen, sedangkan operasi katarak belum mencatat capaian dalam laporan per 17 Oktober 2026.
Di Kebumen, pengobatan gratis ditargetkan menjangkau 1.000 orang dengan progres 20 persen. Operasi bibir sumbing untuk satu orang, bantuan lima kaki palsu, dan bantuan satu kursi roda telah mencapai target. Adapun program penanaman 5.000 pohon belum mencatat progres dalam laporan per 16 Oktober 2026.
Sidik berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, baik melalui pembangunan sarana fisik maupun pelayanan sosial.
“Bakti TNI AD untuk Rakyat tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat. Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.
Program Bakti TNI AD untuk Rakyat di Banyumas dan Kebumen dijadwalkan berlangsung hingga 16 Desember 2026. Capaian pembangunan di masing-masing lokasi masih dapat berubah seiring berjalannya pekerjaan.















