News  

Banyumas Siapkan Etalase Pertanian Modern, Ada Katalog Digital hingga Lahan Eduwisata 6 Hektare

Banyumas mulai mematangkan rencana pengembangan etalase pertanian modern yang ditargetkan menjadi pusat informasi, pemasaran, hingga pembelajaran. Foto: Pemkab Banyumas
banner 120x600

Konsepnya tidak sekadar berupa tempat untuk menampilkan hasil pertanian. Di dalamnya akan dikembangkan katalog digital yang memuat komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan milik para pelaku usaha.

“Nantinya akan ada katalog digital dan etalase produk. Katalog digital sebagai wadah digital bagi pengusaha untuk menampilkan komoditas pertanian, perternakan dan perikanan, sementara ertalase produk sebagai wadah menampilkan produk pertanian lokal untuk meningkatkan akses pasar sekaligus tempat transaksi bagi kelompok tani,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, etalase pertanian diharapkan dapat mempertemukan produk lokal dengan pasar sekaligus mempermudah kelompok tani melakukan transaksi.

Pengembangan ini juga mendukung program Banyumas yang mendorong tumbuhnya sentra pengusaha dan petani muda di setiap kecamatan serta memperkuat upaya menuju swasembada pangan lokal.

Pemkab Banyumas juga membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan sistem digital etalase pertanian.

Salah satu kampus yang telah diajak bekerja sama adalah Telkom University Purwokerto. Perguruan tinggi tersebut disiapkan untuk membantu membangun aplikasi yang nantinya menjadi bagian dari ekosistem etalase pertanian.

“Kami menggandeng Tel-U untuk menyiapkan aplikasi, bahkan dari Telkom juga siap menerjukan mahasiswanya untuk membantu pengembangan etalase pertanian sampai berjalan, begitupun perguruanperguruan tinggi lainnya, mereka menyatakan siap berkolaborasi,” tuturnya.

Kolaborasi dengan kampus diharapkan tidak hanya membantu dari sisi teknologi, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengembangan program pertanian di daerah.

Rencana etalase pertanian Banyumas juga akan dilengkapi lahan seluas 6 hektare. Area tersebut disiapkan sebagai tempat pembelajaran sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi lokasi eduwisata.

Guno mengatakan, keberadaan lahan tersebut nantinya dapat memperkuat fungsi etalase pertanian sebagai pusat pembelajaran yang mempertemukan petani, pelaku usaha, masyarakat, mahasiswa, dan pihak terkait lainnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow