Menanggapi hal tersebut, Dahnil menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan mengambil langkah antisipatif untuk menjaga kualitas layanan haji, baik dari sisi transportasi maupun konsumsi.
Ia juga menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama.
Fokus tersebut mencakup dua aspek penting, yakni keamanan penerbangan serta kesiapan logistik pangan selama jemaah berada di Tanah Suci.
Selain transportasi, kesiapan konsumsi jemaah menjadi perhatian serius. Berdasarkan hasil peninjauan ke sejumlah dapur katering, pemerintah menilai pentingnya menjaga ketersediaan bahan makanan.
Dapur penyedia konsumsi didorong memiliki cadangan bahan baku hingga tiga bulan, termasuk makanan siap saji untuk kondisi darurat.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan kebutuhan jemaah tetap terpenuhi serta menjaga kenyamanan selama menjalankan ibadah haji.













