Ragam Visi: Dari Reputasi Global hingga Universitas Berdampak
Pemaparan visi dimulai oleh Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., yang mengusung visi “Mengawal Pencapaian Unsoed Menjadi Institusi yang Diakui Dunia sebagai Pusat Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal pada Tahun 2034.”
Berikutnya, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU, ASEAN Eng menekankan transformasi institusi melalui visi “Bertransformasi Menuju Unsoed Berdampak dan Mewujudkan Visi Pusat Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal sebagai Pendorong Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru.”
Sementara itu, Dr. Adi Indrayanto, S.E., M.Sc menyoroti aspek tata kelola dan riset terapan dengan visi “Mewujudkan Unsoed sebagai Universitas yang Sehat Secara Tata Kelola dan Akademik, Unggul dalam Riset Terapan Perdesaan, serta Berdaya Saing Internasional Berbasis Kearifan Lokal.”
Adapun Dr. Khavid Faozi, S.P., M.P membawa pendekatan inklusif dan inovatif melalui visi “Menjadikan Universitas Berdampak melalui Pendidikan Inklusif, Hilirisasi Riset dan Inovasi Berkelanjutan, serta Transformasi Pelayanan Pendidikan Toward Brighter University.”
Tiga Nama Lolos, Tahap Penentuan Kian Menguat
Usai rapat terbuka, Senat Unsoed melanjutkan agenda dengan Rapat Senat Tertutup untuk melakukan penilaian dan pemilihan. Dari 79 anggota Senat, ditetapkan tiga calon rektor dengan perolehan suara terbanyak yang berhak melaju ke tahap berikutnya, yakni:
- Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU, ASEAN Eng
- Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si.
- Dr. Adi Indrayanto, S.E., M.Sc
Ketiga nama tersebut selanjutnya akan diusulkan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada April 2026, untuk proses penetapan rektor, dengan porsi suara Menteri sebesar 35 persen.
Rangkaian proses ini menegaskan komitmen Unsoed dalam menghadirkan kepemimpinan yang visioner, profesional, dan akuntabel. Di tengah tantangan global pendidikan tinggi, hilirisasi riset, serta tuntutan kontribusi nyata bagi masyarakat, pemilihan rektor menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan peran Unsoed sebagai perguruan tinggi berbasis kearifan lokal yang berdaya saing nasional dan internasional.













