MyInfo.ID – Armada canggih militer Jepang dikerahkan ke Kalimantan untuk membantu Indonesia padamkan api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah. Misi kemanusiaan ini menjadi bagian dari kerja sama Indonesia dan Jepang dalam menghadapi bencana serta dampak kabut asap.
Sebanyak 180 hingga 338 personel Japan Self-Defense Forces (JSDF) disiapkan untuk mendukung operasi di lapangan. Mereka menempati lokasi sementara di Asrama Haji Pontianak dan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, Kalimantan Barat.
Bukan cuma personel, Jepang juga membawa sejumlah kendaraan dan armada pendukung. Peralatan tersebut dirancang untuk membantu mobilitas pasukan, membawa logistik, hingga menjangkau lokasi yang sulit ditembus kendaraan biasa.
Armada Canggih Militer Jepang untuk Padamkan Api di Kalimantan
Kehadiran armada canggih militer Jepang menjadi salah satu perhatian dalam misi penanganan karhutla. Beberapa kendaraan dan alat transportasi yang dikerahkan memiliki kemampuan untuk bergerak di medan darat maupun perairan.
1. Hovercraft Amfibi LCAC
Salah satu armada yang digunakan adalah Landing Craft Air Cushion (LCAC) atau kapal hovercraft amfibi dengan nomor lambung 2105.
Kendaraan ini dapat bergerak di atas permukaan air maupun daratan berpasir. Kemampuan tersebut membuatnya berguna untuk membawa personel dan peralatan menuju kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat biasa.
2. Kapal Amfibi JS Kunisaki
Jepang juga mengerahkan kapal angkut amfibi JS Kunisaki. Kapal berukuran besar ini berfungsi sebagai sarana transportasi untuk membawa berbagai perlengkapan, kendaraan, serta kebutuhan operasional pasukan.
Dalam misi kemanusiaan, kapal tersebut juga dapat mendukung mobilitas armada menuju wilayah yang membutuhkan penanganan.















