3. Helikopter CH-47 Chinook
Untuk operasi dari udara, helikopter angkut berat CH-47 Chinook menjadi bagian dari armada pendukung. Helikopter ini digunakan untuk membantu pengangkutan dan mendukung upaya pemadaman di lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.
Kemampuan angkutnya membuat CH-47 Chinook dapat membantu membawa kebutuhan operasi dalam jumlah besar menuju titik yang membutuhkan penanganan.
4. Kendaraan Taktis Type 73 Light Truck
Di jalur darat, pasukan Jepang menggunakan kendaraan taktis serbaguna Type 73 Light Truck. Kendaraan ini mendukung mobilitas perwira dan tim lapangan selama menjalankan berbagai kegiatan operasional.
Fungsinya antara lain membantu patroli, survei kondisi lapangan, hingga koordinasi di sekitar lokasi penanganan karhutla.
5. Type 73 Heavy Truck
Untuk kebutuhan logistik, Jepang turut membawa Type 73 Heavy Truck. Truk taktis ini memiliki konfigurasi penggerak enam roda atau 6×6 sehingga dirancang untuk menghadapi medan yang berat.
Kendaraan tersebut dapat digunakan untuk membawa perlengkapan, suplai, serta kebutuhan pendukung operasi di wilayah Kalimantan.
Kolaborasi Jepang dan Indonesia Tangani Karhutla
Pengerahan personel dan armada canggih militer Jepang menunjukkan dukungan dalam penanganan bencana karhutla di Kalimantan. Mobilitas kendaraan darat, laut, dan udara menjadi bagian penting untuk menjangkau wilayah yang memiliki kondisi medan beragam.
Kerja sama antara Jepang dan Indonesia ini sekaligus memperlihatkan pentingnya dukungan lintas negara dalam menghadapi bencana lingkungan. Dengan dukungan personel, armada, dan peralatan yang tersedia, upaya untuk padamkan api serta mengurangi dampak karhutla diharapkan dapat berjalan lebih efektif.















