PURWOKERTO, MyInfo.ID – SELARAS 2026 Banyumas kembali digelar dengan konsep yang lebih luas. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto memadukan Festival Ekonomi Syariah Eks Karesidenan Banyumas dengan Festival Literasi 2026 untuk memperkuat ekosistem usaha halal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat.
Kegiatan berlangsung pada 4-6 September 2026 di Area Parkir Kolam Retensi Purwokerto. Sebanyak 75 UMKM dan pelaku usaha syariah serta 29 pondok pesantren dari Banyumas Raya ikut ambil bagian.
Pembukaan dilakukan Kepala Perwakilan BI Purwokerto Aswin Gantina bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas Junaidi yang mewakili Bupati Banyumas, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani dan Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali.
Aswin mengatakan SELARAS merupakan agenda tahunan BI sebagai bagian dari Strategic Regional Program untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Banyumas Raya.
Tahun ini, kegiatan tersebut digabung dengan Festival Literasi. Langkah itu dinilai penting karena pertumbuhan ekonomi perlu diikuti peningkatan pengetahuan masyarakat.
“Penguatan ekonomi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi. Karena itu, tahun ini SELARAS kami sinergikan dengan Festival Literasi,” kata Aswin.
Mengusung tema “Sinergi dan Transformasi Digital Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Mengakselerasi Perekonomian Banyumas Raya yang Berkelanjutan”, kegiatan melibatkan pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan syariah, perguruan tinggi, pesantren, komunitas hingga pelaku usaha.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat halal value chain, memperluas akses pembiayaan dan pasar bagi UMKM, serta mengembangkan potensi keuangan sosial syariah.
Puluhan UMKM yang terlibat membawa berbagai produk unggulan, mulai makanan dan minuman, fesyen, kriya hingga produk kreatif lainnya.
Tak hanya menjadi ruang promosi, SELARAS 2026 juga mempertemukan pelaku usaha dengan sektor pembiayaan. Panitia menghadirkan business matching dan talkshow pembiayaan syariah agar UMKM memiliki akses lebih luas terhadap perbankan dan lembaga keuangan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas Junaidi yang membacakan sambutan Bupati Banyumas menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah.
“Kolaborasi ini penting untuk mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Banyumas Raya. Karena itu, sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat perlu terus diperkuat,” ujarnya.















