News  

Rektor UIN Saizu Jenguk Mahasiswa Korban Insiden Flying Fox, Kondisinya Kini Baik

Rektor UIN Saizu Purwokerto Prof. Ridwan menjenguk mahasiswa korban insiden flying fox saat rangkaian PBAK 2026. Foto: UIN Saizu
banner 120x600

PURWOKERTO, MyInfo.ID – Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan, memastikan kondisi mahasiswa yang mengalami insiden saat demonstrasi flying fox dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 dalam keadaan baik.

Prof. Ridwan datang menjenguk Umi Nazelatul Maghfiroh (20) di Sekretariat UKM Faktapala UIN Saizu, Rabu (19/8/2026) petang. Umi sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan medis di RS Orthopaedi Purwokerto setelah mengalami benturan saat mengikuti demonstrasi kemampuan flying fox.

Dalam kunjungan tersebut, Rektor didampingi Pembina Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Saizu Purwokerto Dr. Turhamun, pengurus Dema, serta sejumlah panitia PBAK-U.

Berdasarkan pemeriksaan dokter, mahasiswa tersebut hanya mengalami memar atau lebam akibat benturan. Tidak ditemukan kondisi serius yang membutuhkan operasi maupun tindakan medis lanjutan.

“Alhamdulillah, setelah mendapatkan pemeriksaan medis, kondisinya baik dan sudah diperbolehkan pulang. Tidak ada masalah serius yang membutuhkan tindakan medis lanjutan, Umi Nazelatul hanya mengalami memar dan semoga dalam satu atau dua hari akan kembali sembuh,” kata Prof. Ridwan.

Insiden flying fox UIN Saizu tersebut terjadi sekitar pukul 11.20 WIB ketika anggota UKM Faktapala memperagakan kemampuan mereka di hadapan mahasiswa baru dalam agenda PBAK 2026.

Demonstrasi serupa sebelumnya telah dilakukan pada hari pertama PBAK, Selasa (18/8/2026).

Berdasarkan informasi Unit Siaga SAR (USS) Banyumas dalam rilis Basarnas Cilacap, laporan kondisi membahayakan manusia diterima dari Bagas, petugas Damkar Banyumas, sekitar pukul 12.15 WIB.

Umi Nazelatul Maghfiroh diketahui merupakan warga Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo. Saat kejadian, dia mengalami benturan ketika melakukan demonstrasi flying fox yang diduga berkaitan dengan sistem pengereman wahana.

Setelah menerima laporan, USS Banyumas mengerahkan satu tim rescue pada pukul 12.20 WIB. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 12.55 WIB untuk melakukan assessment, berkoordinasi dengan unsur terkait, sekaligus memberikan penanganan awal.

Evakuasi kemudian dilakukan bersama tim SAR gabungan. Sekitar pukul 13.30 WIB, korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke RS Orthopaedi Purwokerto untuk menjalani pemeriksaan medis.

Operasi SAR selanjutnya diusulkan ditutup sekitar pukul 14.00 WIB setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai. Seluruh personel yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow