News  

18 Ribu Lebih Warga Cilacap Mengalami Krisis Air Bersih

Ilustrasi Penyaluran Air bersih. Foto: Ist
banner 120x600

CILACAP, MyInfo.ID – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Cilacap terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat hingga 27 Juli 2026, kekeringan telah melanda 19 desa yang tersebar di 11 kecamatan dengan jumlah warga terdampak mencapai 18.255 jiwa atau 5.459 kepala keluarga (KK).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan pemerintah daerah terus mempercepat penanganan dampak kekeringan melalui distribusi bantuan air bersih yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan, hingga organisasi kemanusiaan.

“Hingga 27 Juli 2026, kami telah menyalurkan 673.000 liter air bersih atau setara 130 tangki kepada masyarakat terdampak. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah bersama berbagai mitra melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR),” ujar Taryo.

Dari total bantuan tersebut, sebanyak 370.000 liter atau 74 tangki berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap. Sementara sisanya, yakni 303.000 liter atau 56 tangki, disalurkan melalui dukungan program CSR dari sejumlah lembaga dan perusahaan.

Menurut Taryo, sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan krisis air bersih yang terus meluas selama musim kemarau.

Kontribusi terbesar dari program CSR diberikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap yang menyalurkan 245.000 liter air bersih atau setara 48 tangki. Selain itu, Pertamina Patra Niaga melalui program Siaga Peduli Kabupaten Cilacap menyumbangkan enam tangki atau 48.000 liter air, sedangkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy menyalurkan dua tangki atau sebanyak 10.000 liter.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow