PURWOKERTO, MyInfo.ID – Polresta Banyumas terus mengusut penyebab ambruknya tribun VIP penonton saat penutupan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (26/7/2026). Hingga kini, sedikitnya 83 orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut, sementara sekitar 10 saksi telah dimintai keterangan.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti robohnya tribun VIP sekaligus menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya tersangka, Petrus meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan yang masih berjalan.
“Ya nanti akan kita sampaikan ya, kalau sudah selesai, rampung penyelidikan kita, kemudian kita tingkatkan penyidikan kita,” kata Petrus kepada wartawan di Mapolresta Banyumas, Senin (27/7/2026).
Petrus menjelaskan, tribun nonpermanen yang digunakan dalam ajang tersebut memiliki kapasitas hingga 250 penonton. Tribun itu juga telah digunakan sehari sebelumnya tanpa kendala.
“Kapasitas tribun itu hingga 250 orang. Nah itu sudah dicoba di hari Sabtu, kan hingga malam kegiatan itu,” ujarnya.
Meski demikian, polisi tetap mendalami seluruh aspek teknis maupun penyelenggaraan untuk mengetahui penyebab ambruknya tribun pada hari terakhir perlombaan.
Dalam proses penyelidikan, Polresta Banyumas telah memeriksa sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Kejurnas Drift Speed Fest.
Mereka yang dimintai keterangan meliputi penyelenggara, event organizer (EO), kru pembuat tribun, petugas steward, hingga penanggung jawab jalannya perlombaan.
“Diperiksa sampai tadi malam itu sekitar hampir 10 atau lebih. Seluruhnya adalah penyelenggara kegiatan dan pengamanan, pengamanan itu ada steward, ada kru panggung yang bertanggung dalam panggung itu, dalam tribun itu. Kemudian event organizer-nya, penanggung jawabnya, kemudian itu pemimpin jalannya pertandingan, itu ada sekitar 10-an orang,” jelas Petrus.
Polresta Banyumas juga terus mendata jumlah korban bersama Dinas Kesehatan. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 83 orang yang dilaporkan terdampak dan menjalani penanganan di sejumlah rumah sakit.















