BANYUMAS, MyInfo.ID – Klub panjat tebing Calmway Satria Climbing Centre menggelar Pelatihan Pelatih Pra-Level Lead Boulder Speed se-Jawa Tengah di Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jumat-Minggu (22-25/5/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di cabang olahraga panjat tebing.
Pelatihan ini mendapat dukungan dari Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Pengprov FPTI Jawa Tengah, hingga FPTI Banyumas. Peserta berasal dari pelatih klub, guru olahraga, pembina ekstrakurikuler, MAPALA, FPTI kabupaten/kota di Jawa Tengah hingga pegiat alam bebas.
Ketua Calmway Satria Climbing Centre, Handi Abdullah Muflih mengatakan program ini dirancang sebagai pengenalan dasar sebelum peserta mengikuti lisensi pelatih tingkat nasional.
“Program ini kita khususkan untuk memperkenalkan konsep dasar panjat tebing untuk calon pemanjat dan juga melatih pemula. Jadi sebelum mengikuti pelatihan pelatih level 1 nasional, kita latih dulu mereka menjadi pra-level,” kata Handi di Gedung Diklat Baturraden, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, pelatihan pra-level penting agar peserta memiliki bekal dasar sebelum masuk ke jenjang pelatih resmi nasional.
“Supaya sedikit memiliki pengalaman pengetahuan pas ketika nanti dia mengikuti level 1 atau level 2, tidak gagap,” ujarnya.
Handi menjelaskan, Calmway awalnya dibentuk oleh mantan atlet dan pelatih panjat tebing Banyumas. Seiring berkembangnya kebutuhan organisasi, klub yang kini telah berbadan hukum resmi dapat menjalankan berbagai program pembinaan olahraga.
Antusiasme peserta dalam pelatihan ini cukup tinggi. Dari target awal 30 peserta, panitia akhirnya menerima 47 peserta hingga kapasitas dinyatakan penuh.
“Over kapasitas, kita menargetkan hanya 30, tapi peserta yang mendaftar sangat banyak,” katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi teori hingga praktik lapangan dari enam narasumber yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi panjat tebing nasional. Hari terakhir difokuskan untuk praktik teknik panjat tebing dan kepelatihan.
Ia menambahkan, sistem penilaian peserta dilakukan melalui pre-test, pemberian materi, post-test, dan praktik lapangan.
“Pre-test untuk menggali seberapa jauh pengalaman peserta terkait panjat tebing. Setelah itu diberikan materi, lalu ada post-test untuk mengetahui seberapa banyak ilmu yang diserap,” jelasnya.















