PURWOKERTO, MyInfo.ID – Proses pengalihan pengelolaan Politeknik Banjarnegara ke Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) semakin menunjukkan perkembangan positif. Langkah ini dinilai menjadi solusi strategis untuk menghidupkan kembali minat pendidikan vokasi di wilayah Banjarnegara.
Kemajuan tersebut terlihat dalam kunjungan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq bersama jajaran pimpinan kampus ke Politeknik Banjarnegara, Rabu (29/4). Pertemuan itu turut dihadiri Bupati Banjarnegara, Sekda, serta sejumlah OPD terkait seperti Bappeda, BPKAD, dan Dinas Pendidikan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan proses alih kelola Politeknik Banjarnegara ke Unsoed. Kebijakan ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di daerah.
“Alih kelola ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi pendidikan vokasi di Banjarnegara sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas,” ujar Rektor dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bahkan menawarkan tiga opsi lahan tambahan untuk mendukung pengembangan kampus ke depan.
Politeknik Banjarnegara yang berdiri sejak 2008 dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan jumlah mahasiswa. Dampaknya, beban pembiayaan dari APBD terus meningkat.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mencari solusi jangka panjang, salah satunya melalui kolaborasi dengan Unsoed agar kampus vokasi tersebut bisa kembali diminati masyarakat.
Saat ini, Politeknik Banjarnegara memiliki tiga program studi D3, yaitu Agroindustri, Kesehatan Lingkungan, dan Kebidanan, program yang belum dimiliki Unsoed.
Unsoed menyiapkan dua skenario dalam proses alih kelola. Pertama, integrasi langsung program studi, mahasiswa, dan dosen ke dalam sistem Unsoed jika mendapat persetujuan kementerian.
Kedua, jika program studi lama belum bisa dialihkan, Unsoed akan membuka program vokasi baru di lokasi tersebut. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain D3 Agribisnis, D3 Budidaya Ikan, D3 Sumber Daya Ternak, dan D3 Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan.
Sementara itu, program studi lama tetap berjalan hingga mahasiswa yang ada menyelesaikan pendidikan.















