PURWOKERTO, MyInfo.ID – Upaya menghadirkan akses komunikasi yang lebih inklusif terus dilakukan kalangan akademisi. Kali ini, Telkom University Purwokerto menggagas program pengabdian masyarakat berbasis teknologi untuk membantu penyandang tunarungu dan tunawicara.
Program tersebut menjadi salah satu yang menonjol dalam pendanaan internal pengabdian masyarakat periode 2026. Inisiatif ini dijalankan oleh dua tim dosen dari Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi dengan fokus pada solusi komunikasi yang aplikatif di lapangan.
Ketua tim pengabdian, Melinda Br Ginting, menjelaskan bahwa ide program ini lahir dari pengalaman langsung saat terlibat dalam kegiatan relawan bersama organisasi non-pemerintah (NGO) di bidang disabilitas komunikasi.
“Di lapangan, kami melihat masih banyak kendala dalam komunikasi karena keterbatasan penguasaan bahasa isyarat. Dari situ muncul gagasan untuk memanfaatkan teknologi sebagai jembatan komunikasi,” ujar Melinda dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).
Sebagai langkah konkret, tim akan menggelar sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi komunikasi yang dikembangkan bersama mitra NGO, Sankara. Aplikasi ini sebelumnya telah diuji coba di beberapa kota besar seperti Bandung dan Semarang.
Kini, implementasi diperluas ke Purwokerto dengan menyasar lingkungan pendidikan, khususnya di SLB B Yakut Purwokerto.
Pelatihan akan melibatkan guru dan siswa, serta didukung oleh relawan dari Sankara agar proses adopsi teknologi berjalan optimal.













