“Melalui festival ini, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan wellness tourism yang tidak hanya menyegarkan tubuh, tetapi juga menyehatkan pikiran dan menumbuhkan jiwa,” ungkapnya.
Menurutnya, konsep wellness yang diangkat bukan hanya berfokus pada kebugaran jasmani, melainkan juga keseimbangan batin, keindahan budaya, serta keharmonisan hubungan manusia dengan alam.
Wali Kota Solo Respati Ardi menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Kementerian Pariwisata yang menjadikan Kota Solo sebagai salah satu pusat pengembangan wisata kebugaran di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memperkuat positioning Solo sebagai kota wellness global.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui program Solo Medical Tourism dan Among Tamu Solo, yang menggabungkan konsep perjalanan sehat dengan pengalaman budaya khas Surakarta.
“Mari bersama-sama kita wujudkan Indonesia sebagai destinasi wisata dunia, dimulai dari kota yang menenangkan jiwa, Kota Surakarta, Kota Solo,” kata Respati.
Dari sisi ekonomi, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menargetkan 5.000 pengunjung selama penyelenggaraan berlangsung.
“Selain itu, kami juga mengharapkan adanya total dampak ekonomi terhadap UMKM sekitar, dengan nilai transaksi antara Rp8,5 miliar hingga Rp9 miliar,” jelasnya.
Festival ini diharapkan tak hanya menjadi panggung budaya dan kesehatan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Solo dan Yogyakarta.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana turut meluncurkan buku berjudul “Wellness Journey Across the Java Wonders”. Buku ini mengangkat keindahan dan kearifan tradisi wellness Jawa, sekaligus menawarkan panduan perjalanan bagi wisatawan dan pelaku industri pariwisata.
Karya tersebut menggambarkan bagaimana konsep wellness dapat dikemas menjadi pengalaman holistik menggabungkan kesehatan, spiritualitas, dan budaya dalam satu rangkaian perjalanan yang berkelanjutan.
“Dengan demikian, kekayaan wellness Indonesia dapat semakin dikenal, diapresiasi, dan dinikmati oleh lebih banyak orang. Buku ini menjadi jembatan antara budaya dan pengalaman, yang menghubungkan warisan masa lalu dengan masa depan pariwisata Indonesia,” tutur Menteri Widiyanti.













