UMKM Masih Dominasi Kinerja Sektor Keuangan di Banyumas Raya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi penopang utama aktivitas sektor jasa keuangan di wilayah Banyumas Raya, yang meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara. Foto: Istimewa

PURWOKERTO, MyInfo.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi penopang utama aktivitas sektor jasa keuangan di wilayah Banyumas Raya, yang meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady menjelaskan, hingga November 2025, penyaluran kredit perbankan terutama dari Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) masih terkonsentrasi pada pembiayaan produktif yang sebagian besar diserap pelaku UMKM.

“Komposisi kredit BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Purwokerto masih didominasi pembiayaan produktif, khususnya kredit modal kerja, dengan porsi 54 persen dan sekitar 60 persen di antaranya mengalir ke UMKM,” kata Haramain di Purwokerto.

Menurut dia, stabilitas sektor jasa keuangan di Banyumas Raya secara umum tetap terjaga dan mencatat pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global. Hal itu terlihat dari performa perbankan yang masih membukukan kenaikan aset serta dana pihak ketiga (DPK).

“Sampai akhir November 2025, aset perbankan dan DPK bank umum maupun BPR/BPRS masing-masing tumbuh 4,78 persen dan 5,49 persen secara tahunan. Namun, penyaluran kredit tercatat sedikit terkontraksi 0,21 persen,” ujarnya.

Pembiayaan UMKM tersebut tersebar di sejumlah sektor, dengan dominasi pada kategori bukan lapangan usaha, perdagangan besar dan eceran, serta konstruksi. Kondisi ini menunjukkan UMKM masih memegang peranan penting dalam menjaga denyut ekonomi daerah dan mendukung perputaran sektor keuangan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow