Dukungan serupa juga datang dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Koperasi dan UKM. Sekretaris Dinkop UKM, Adi Purwanto, menilai Sega Rejeng sebagai kuliner yang memiliki ciri khas kuat dan belum banyak diperkenalkan ke masyarakat luas.
“Sega Rejeng ini menurut kami sangat unik dan punya ciri khas yang kuat. Kuliner seperti ini hanya ada di Purbalingga dan sebelumnya belum pernah benar-benar diperkenalkan. Ini sesuatu yang luar biasa, karena hanya ditemui di Karangjengkol,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung promosi kuliner lokal agar dapat meningkatkan daya saing serta memperluas pasar bagi UMKM desa.
Adi Purwanto menambahkan bahwa Creative Fusion Festival 2025 digelar selama dua hari, 10–11 Desember 2025, menghadirkan berbagai program yang melibatkan pelaku UMKM dan komunitas kreatif di Purbalingga. Di antaranya adalah UMKM Corner & Go Online, fashion show, zona kreasi, seminar dan workshop kreatif, business matching, art exhibition hingga live music.
“Festival ini menggabungkan seluruh unsur yang ada di Purbalingga, kearifan lokal, ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata. Kita meleburkan diri, bergerak bersama untuk membangun Purbalingga,” jelasnya.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor dalam festival ini dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.













