“Uji Tanda Kecakapan bukanlah semata-mata penilaian untuk memperoleh tanda penghargaan. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah proses pembentukan karakter. Di sinilah kalian belajar tentang disiplin, kerja sama, kepemimpinan, kepedulian, serta keberanian untuk menolong sesama tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan,” kata Tangguh.
Ia juga mengingatkan para anggota PMR agar terus meningkatkan kemampuan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan sebagai relawan kemanusiaan.
“Jangan pernah takut untuk mencoba, jangan menyerah ketika menghadapi tantangan, dan jangan ragu untuk terus belajar. Seorang relawan yang hebat bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, melainkan mereka yang selalu bangkit, terus berlatih, dan tetap memiliki hati yang tulus untuk mengabdi kepada sesama,” ujarnya.
PMI Kabupaten Banyumas berharap kegiatan ini dapat melahirkan anggota PMR yang tidak hanya menguasai keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan sesuai semangat Per Humanitatem ad Pacem atau Melalui Kemanusiaan Menuju Perdamaian.
Melalui sinergi antara PMI Kabupaten Banyumas, KSR PMI Unit Universitas Wijayakusuma Purwokerto, para pembina PMR, dan seluruh pemangku kepentingan, pembinaan PMR di Banyumas diharapkan terus berkesinambungan untuk mencetak generasi muda yang peduli, berkarakter, serta siap menjadi relawan kemanusiaan yang andal.













