Di tengah pengamanan yang diperketat, Polri mencatat masih terjadi ratusan kecelakaan lalu lintas. Total tercatat 251 kejadian dengan kerugian materiil lebih dari Rp314 juta.
Dari jumlah tersebut, 17 orang dilaporkan meninggal dunia, 28 orang mengalami luka berat, dan 48 lainnya luka ringan.
Selain itu, penegakan hukum lalu lintas juga terus dilakukan. Petugas mencatat 11 pelanggaran, terdiri dari 5 pelanggaran melalui sistem tilang elektronik (ETLE) dan 6 non-ETLE, serta memberikan 5 teguran simpatik kepada pengguna jalan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Kombes Pol. Marupa Sagala.
Data volume kendaraan di empat gerbang tol utama Jakarta pada Minggu (22/3) pukul 06.00–22.00 WIB menunjukkan tren yang dinamis.
Sebanyak 168.159 kendaraan tercatat keluar Jakarta, meningkat 65,79 persen dibanding kondisi normal dan naik 2,06 persen dibanding Lebaran tahun sebelumnya. Sementara kendaraan yang masuk Jakarta mencapai 122.994 unit, turun 3,66 persen dari kondisi normal, namun meningkat 3,73 persen dibanding 2025.
Di sisi lain, mobilitas masyarakat melalui transportasi umum juga terus meningkat. Tercatat 871 perjalanan kapal laut dengan 223.317 penumpang, 2.922 perjalanan kereta api dengan 1.521.787 penumpang, serta 1.565 penerbangan yang mengangkut 179.549 penumpang.
Polri kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan dalam kondisi lelah serta memanfaatkan rest area secara bijak. Kondisi kendaraan juga harus dipastikan dalam keadaan prima sebelum digunakan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan,” tutupnya.
Polri menegaskan akan terus bersiaga selama 24 jam hingga Operasi Ketupat 2026 berakhir, guna memastikan arus balik Lebaran berjalan aman, lancar, dan terkendali.













