ACEH, MyInfo – Medan berat, akses terputus, dan genangan banjir tak menjadi alasan bagi negara untuk absen. Di tengah kondisi pascabencana banjir dan longsor, pemerintah memastikan hak anak atas pendidikan tetap terpenuhi, bahkan di wilayah terluar dan terisolasi.
Komitmen itu terlihat saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyambangi langsung siswa terdampak banjir di SD Negeri 8 Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Sabtu (13/12).
Rombongan harus menempuh perjalanan darat yang tidak mudah. Dari titik terdekat di SLS Arun Cluster, mereka melanjutkan perjalanan melewati jalan berbatu tanpa aspal, sebagian masih tergenang banjir. SD Negeri 8 Langkahan berada di kawasan perbukitan dan kebun sawit, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang semakin terisolasi akibat bencana hidrometeorologi.
Di lokasi sekolah, Wamendikdasmen menyerahkan bantuan perangkat alat sekolah secara simbolis kepada Humairah, siswi kelas II SD Negeri 8 Langkahan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pendidikan jangka pendek bagi anak-anak terdampak bencana.
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menjelaskan bahwa penanganan satuan pendidikan pascabencana dilakukan secara bertahap, sesuai tingkat kerusakan yang terjadi.
“Sekolah yang rusak berat dan tidak memungkinkan digunakan kembali akan direlokasi setelah mendapat pertimbangan dari BNPB terkait aspek keamanan. Untuk sekolah rusak sedang akan segera diperbaiki, sementara yang rusak ringan dibersihkan agar proses belajar-mengajar bisa kembali dilakukan,” ujar Atip dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).
Ia menegaskan, penyelenggaraan pembelajaran pada masa darurat bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pemerintah daerah diberikan kewenangan mengatur metode pembelajaran sesuai situasi setempat.
“Pemerintah daerah diberikan keleluasaan untuk mengatur proses belajar-mengajar sesuai situasi di lapangan. Untuk tanggap darurat, Kemendikdasmen menyiapkan school kit berupa seragam, buku, alat tulis, hingga layanan internet Starlink, yang didistribusikan melalui dinas pendidikan dan UPT di daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyoroti dampak banjir yang sangat luas di Kabupaten Aceh Utara. Dari 27 kecamatan, sebanyak 25 kecamatan terdampak berat dan dua kecamatan terdampak ringan, dengan Kecamatan Langkahan menjadi salah satu wilayah yang paling parah.













