News  

Pakar Universitas Indonesia Soroti Risiko Global di Balik Inflasi Pangan yang Terkendali

Universitas Indonesia. Foto: UI

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pasokan dan distribusi pangan domestik berada dalam situasi stabil sepanjang Ramadan.

Meski demikian, Ninasapti mengingatkan bahwa inflasi merupakan fenomena yang dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Risiko terbesar saat ini datang dari faktor eksternal, terutama potensi gangguan perdagangan energi global yang dapat memicu kenaikan harga minyak dunia.

“Ingat, inflasi itu dinamis. Penutupan Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak dunia, dan Indonesia masih mengimpor BBM, otomatis biaya transportasi serta logistik pangan ikut naik,” katanya.

Karena itu, ia menilai upaya menjaga stabilitas harga pangan harus difokuskan pada penguatan produksi dalam negeri. Ketahanan dan kemandirian pangan dinilai menjadi kunci agar Indonesia tidak mudah terdampak gejolak global.

“Sepanjang Indonesia tidak bergantung pada impor pangan dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, kita berharap tidak akan terlalu terdampak oleh gejolak harga dunia,” tegasnya.

Ia pun mendorong agar program swasembada pangan terus diperkuat sehingga ketahanan pangan benar-benar menjadi fondasi utama perekonomian nasional.

“Kekuatan pangan kita ada di situ. Kita bersyukur memiliki potensi besar untuk swasembada. Itu yang harus terus dijaga dan diperkuat,” pungkasnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow