News  

Menhub Siapkan Strategi Khusus Hadapi Arus Balik di Lintas Sumatra–Jawa

Suasana Penyeberangan Lintas Sumatra–Jawa. Foto: Kemenhub

Salah satunya adalah penerapan sistem TBB yang dinilai belum optimal karena baru diterapkan di 3–4 dermaga. Ke depan, Menhub meminta agar sistem ini dapat diaktifkan lebih cepat dan diperluas cakupannya.

“Penerapan TBB harus lebih responsif terhadap dinamika di lapangan. Jika terjadi lonjakan, harus bisa segera diberlakukan secara optimal,” kata Menhub Dudy.

Selain aspek operasional, pengaturan arus kendaraan di dalam kawasan pelabuhan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah menilai perlu adanya rekayasa lalu lintas di titik penyangga seperti kawasan Indah Kiat untuk mencegah perpotongan arus kendaraan.

Di sisi lain, sistem pembelian tiket juga masuk dalam evaluasi. Pemerintah mendorong perluasan radius pembelian tiket Ferizy lebih dari 4 kilometer dari pelabuhan guna mengurangi antrean di titik-titik krusial.

Menhub juga menegaskan pentingnya penerapan sistem satu NIK untuk satu tiket sebagai upaya mencegah praktik percaloan.

“Tidak boleh ada ruang untuk praktik percaloan. Sistem harus menjamin keadilan, ketertiban, dan kemudahan bagi masyarakat,” tegasnya.

Di tengah upaya memperlancar arus balik, Menhub menekankan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah ingin memastikan seluruh perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

“Setiap catatan selama arus mudik harus segera kita perbaiki. Jangan menunggu masalah membesar. Kuncinya ada pada kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan di lapangan,” ujar Menhub.

Ia menambahkan, kelancaran memang penting, namun keselamatan tetap menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Kita pastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman,” pungkasnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow