Pemantauan tersebut meliputi laporan kondisi simpul transportasi, pengawasan pergerakan kendaraan, hingga pemantauan lalu lintas menggunakan drone.
“Pemantauan juga meliputi cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta pantauan 7.159 CCTV bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, BUMN, dan swasta,” lanjut Menhub Dudy.
Untuk mengantisipasi kemacetan menuju pelabuhan penyeberangan, pemerintah menyiapkan skema buffer zone secara berlapis di Pelabuhan Merak.
Area penyangga di jalur tol akan memanfaatkan sejumlah rest area mulai dari KM 13, KM 43 hingga KM 63.
Selain itu, buffer zone tambahan juga disiapkan di kawasan pelabuhan seperti Indah Kiat, BBJ, Ciwandan, serta beberapa titik di jalur arteri guna menghindari penumpukan kendaraan di area pelabuhan.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah menyiapkan lima jalur penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera.
Rute tersebut meliputi Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni, Ciwandan – PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan – Bakauheni, BBJ Bojonegara – BBJ Muara Pilu, serta PT Krakatau Bandar Samudera – Panjang sebagai jalur alternatif.
Sementara itu, untuk penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Bali dan Nusa Tenggara Barat, pemerintah menyiapkan jalur Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk serta Jangkar – Lembar.
Pemerintah juga mewaspadai potensi pembatasan operasional pelabuhan penyeberangan dari Jawa menuju Bali karena jadwal Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idulfitri.
“Kami juga melihat perlu dilakukan antisipasi terhadap potensi pembatasan operasional pelabuhan penyeberangan dari Pulau Jawa ke Bali karena Perayaan Nyepi dan Idul Fitri pada waktu yang berdekatan,” ungkap Menhub.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyatakan dukungan terhadap berbagai langkah yang telah disiapkan pemerintah dalam menghadapi Angkutan Lebaran 2026.
Ia menekankan pentingnya memastikan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan bagi masyarakat selama periode arus mudik maupun arus balik.
Rapat kerja tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana beserta jajaran pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.













