Dengan kapasitas produksi yang direncanakan, proyek Mobil Nasional ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi wilayah Subang dan sekitarnya. Selain mendorong masuknya investasi, kawasan tersebut juga berpotensi menumbuhkan industri pendukung serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Berdasarkan perencanaan yang dipaparkan, proyek ini diperkirakan dapat menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja pada berbagai sektor pendukung industri otomotif.
Sjafrie berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, industri, hingga dunia usaha, dapat terus memperkuat kolaborasi agar proyek strategis tersebut berjalan sesuai target.
“Sinergi antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar proyek strategis ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional sebagai salah satu pilar ketahanan negara,” ujarnya.
Proyek Mobil Nasional di Subang sendiri diharapkan menjadi salah satu motor penggerak industri otomotif Indonesia sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional di masa depan.















