“Doa ini melibatkan karyawan, masyarakat, serta unsur Forkopimcam sebagai bentuk kepedulian dan harapan agar berbagai musibah yang terjadi dapat segera berlalu,” katanya.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Forkopimcam Sokaraja. Camat Sokaraja, Sunarno, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan imbauan pemerintah untuk meniadakan pesta kembang api dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih bermakna.
“Kami dari pemerintah kecamatan dan Forkopimcam menyambut baik kegiatan ini. Yang semula direncanakan kembang api, diganti dengan doa lintas agama. Tujuannya sangat positif sebagai bentuk kepedulian sosial,” kata Sunarno.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain dalam mengisi malam pergantian tahun dengan aktivitas yang lebih reflektif dan penuh empati. Sunarno juga memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Sokaraja hingga malam pergantian tahun terpantau aman dan kondusif.
“Alhamdulillah, sampai malam ini kondisi wilayah Sokaraja dalam keadaan kondusif,” ujarnya.













