Selain itu, sekitar 2.700 Pos Pelayanan Kesehatan akan diaktifkan di 31 provinsi. Pos tersebut didukung oleh 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan yang siap membantu pelayanan medis di berbagai titik mobilitas masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan layanan kesehatan nasional agar masyarakat tetap terlindungi selama periode libur.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PANRB Rini Widyantini mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas publik selama masa libur.
“Kesehatan adalah layanan esensial yang harus ada setiap saat. Kami menyediakan portal www.lapor.go.id melalui SP4N-LAPOR! serta Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) berbasis barcode yang tersedia di setiap fasilitas kesehatan. Masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi kami dan Pak Menkes terhadap layanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan maupun rumah sakit,” tegas Rini.
Melalui sistem pengaduan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan atau evaluasi terkait pelayanan kesehatan yang diterima.
Pemerintah juga menyampaikan penghargaan kepada tenaga kesehatan yang tetap bekerja melayani masyarakat di tengah masa libur panjang.
Sejumlah inovasi pelayanan, seperti sistem pendaftaran pasien secara online yang sudah diterapkan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, diharapkan dapat terus dikembangkan di berbagai rumah sakit lain. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus memperluas pemerataan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.













