TOKYO, MyInfo.ID – Kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Jepang membawa dampak konkret bagi percepatan investasi strategis nasional, terutama di sektor energi dan hilirisasi.
Salah satu fokus utama dalam agenda tersebut adalah mempercepat transisi energi sekaligus mendorong pengembangan proyek migas besar, Blok Masela.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan, dirinya mendapat mandat langsung dari Presiden untuk memastikan dua agenda strategis berjalan optimal selama kunjungan di Tokyo.
“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal dalam kunjungan di Jepang. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut INPEX, Blok Masela,” ujar Bahlil dalam keterangan persnya dikutip Selasa, (31/03/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa proyek Blok Masela kini memasuki tahap penting setelah melalui proses panjang selama bertahun-tahun. Nilai dasar pengembangan proyek (DPOD) mencapai sekitar 20 miliar dolar AS.
Selain itu, terdapat tambahan investasi sekitar 1 miliar dolar AS untuk penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) guna mendukung aspek ramah lingkungan.
“Atas arahan Bapak Presiden di tahun 2025, kami melakukan pertemuan intensif dan alhamdulillah sudah selesai, total project-nya 20,9 miliar US dolar karena dia tambah CCS 1 miliar, DPOD-nya itu 20 miliar. Tetapi dengan perkembangan geopolitik yang seperti ini kemungkinan besar akan nambah. Jadi total investasi kita kurang lebih sekitar 300 triliun (rupiah) lebih,” ungkap Bahlil.













