News  

Kisah Operator Layanan 110 yang Siaga 24 Jam Layani Darurat Pemudik

Layanan 110 yang Siaga 24 Jam Layani Darurat Pemudik. Foto: Polresta Banyumas

Briptu Ariyanto mengungkapkan bahwa ia kerap ikut merasakan kecemasan dari para penelepon, terutama saat menerima laporan kecelakaan atau kondisi darurat lainnya.

“Saya ikut merasa khawatir ketika ada yang mengalami kecelakaan atau kendaraannya rusak di tengah perjalanan mudik,” ungkapnya.

Situasi ini menuntut para operator untuk tetap tenang, berpikir cepat, dan memberikan arahan yang tepat, meskipun di sisi lain mereka turut merasakan tekanan emosional.

Di balik dedikasi tersebut, ada pengorbanan pribadi yang tidak kecil. Banyak operator harus merelakan momen Lebaran bersama keluarga demi menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Hal ini juga dirasakan oleh Ariyanto yang tahun ini tidak bisa pulang kampung.

“Saya tidak bisa berkumpul dengan keluarga tahun ini. Ketupat dan opor hangat masakan orang tua pun harus saya lewatkan. Bahkan baju Lebaran saya adalah seragam dinas Polri ini,” katanya dengan nada haru.

Kisah para operator call center 110 ini menjadi potret lain dari pengamanan mudik Lebaran. Mereka mungkin tidak terlihat di jalan, namun perannya sangat krusial dalam memastikan setiap laporan darurat dapat ditangani dengan cepat.

Di tengah hiruk pikuk arus mudik, kehadiran mereka menjadi penghubung penting yang memastikan bantuan bisa segera sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Dedikasi tanpa henti ini menjadi bukti bahwa kelancaran mudik bukan hanya hasil kerja di lapangan, tetapi juga dari mereka yang setia siaga di balik sambungan telepon.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow