“KA Wijaya Kusuma menawarkan perjalanan nyaman dan efisien dengan waktu tempuh sekitar 14 jam 20 menit dari Cilacap hingga Ketapang. Jadwal keberangkatan dari Stasiun Cilacap adalah pukul 15.20 WIB, dan tiba di Stasiun Ketapang pada pukul 05.40 WIB keesokan harinya,” jelas Imanuel.
Bagi wisatawan yang ingin menuju Bali, KA Wijaya Kusuma menjadi pilihan praktis. Dari Stasiun Ketapang, penumpang hanya perlu berjalan sekitar 10 menit (650 meter) menuju Pelabuhan Ketapang, gerbang utama penyeberangan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
“Konektivitas inilah yang menjadikan KA Wijaya Kusuma sangat diminati, terutama oleh wisatawan dari wilayah Jawa Tengah dan DIY yang ingin bepergian ke Bali tanpa harus menggunakan moda transportasi darat yang melelahkan,” lanjutnya.
Tiket kereta api dapat dipesan hingga H-45 keberangkatan melalui berbagai kanal resmi, seperti aplikasi KAI Access, situs web resmi PT KAI, maupun mitra penjualan resmi. Fleksibilitas pemesanan ini semakin memudahkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak jauh hari.
Lebih lanjut, Imanuel menekankan bahwa meningkatnya minat masyarakat menggunakan kereta api menjadi sinyal positif. Selain memberi kenyamanan, moda transportasi ini juga berkontribusi dalam mengurangi kemacetan jalan raya serta menekan emisi karbon.
“Kami berharap tren ini terus berlanjut. Selain memberikan kenyamanan, menggunakan kereta api juga mendukung upaya pengurangan kemacetan dan emisi karbon,” pungkas Imanuel.













