“Meski teknologi berkembang pesat, jurnalis tetap punya peran vital sebagai penyeimbang agar informasi yang tersaji bukan hanya cepat, tetapi juga akurat, berimbang, dan memberi makna,” tegasnya.
Prof. Suo menekankan pentingnya peran media lokal dalam membangun literasi publik dan mencegah polarisasi. Ia juga menyoroti peran perguruan tinggi, khususnya Telkom University, dalam menyiapkan generasi muda agar melek digital sekaligus menjunjung nilai kemanusiaan.
“Kami mendorong mahasiswa untuk reskilling dan upskilling, tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga pengembang, pakar, dan insan kreatif yang humanis,” jelasnya.
Menutup sesi diskusi, Prof. Suo menyampaikan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan media yang berintegritas.
“Kolaborasi manusia dan AI harus menggabungkan akurasi, kapasitas, kreativitas, dan kemanusiaan. Hanya dengan cara itu jurnalisme bisa tetap dipercaya publik,” pungkasnya.
Acara Media Gathering ini dihadiri oleh jurnalis dari berbagai media di Banyumas dan sekitarnya. Diskusi berlangsung interaktif, membahas tantangan jurnalisme di era AI, etika pemanfaatan teknologi, hingga strategi menjaga kepercayaan publik di tengah arus informasi digital.













