Pertama, pengawasan harga kebutuhan pokok dilakukan secara intensif melalui pemantauan rutin di pasar-pasar tradisional maupun modern.
Kedua, pemerintah memastikan distribusi pangan berjalan lancar agar pasokan tetap tersedia di seluruh wilayah Banyumas.
Ketiga, intervensi pasar dilakukan melalui penyelenggaraan program Pasar Murah serta Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai titik.
Langkah berikutnya adalah memperkuat produksi pangan melalui pengembangan klaster komoditas utama di daerah.
Terakhir, pemerintah juga meningkatkan kualitas sarana prasarana, termasuk pemeliharaan jalan serta pemeriksaan armada transportasi umum untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Selain langkah pemerintah, masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga stabilitas harga dengan berbelanja secara wajar sesuai kebutuhan.
“Dengan sinergi dan kerja sama yang kuat, saya yakin momen Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung dengan aman dan nyaman bagi seluruh warga,” pungkas Lintarti.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas, Fatichuddin, memaparkan perkembangan inflasi di wilayah Purwokerto.
“Bahwa pada Februari 2026, Purwokerto mengalami inflasi month to month sebesar 0,78 persen, berbeda dengan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi,” ucapnya.
Lima komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada Februari 2026 antara lain daging ayam ras sebesar 0,14 persen, cabai rawit 0,13 persen, emas perhiasan 0,11 persen, bawang merah 0,07 persen, serta telur ayam ras 0,06 persen.
Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi terbesar yaitu bensin sebesar -0,05 persen, wortel -0,01 persen, dan bawang putih -0,01 persen.
Fatichuddin menjelaskan bahwa lonjakan inflasi tersebut terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
“Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan akibat dua momentum besar, yakni libur bersama Tahun Baru Imlek pada minggu kedua Februari serta awal Ramadan pada minggu ketiga Februari,” jelas Fatichuddin.
Selain faktor permintaan, kenaikan harga bahan pangan juga dipengaruhi curah hujan tinggi yang berdampak pada produksi hortikultura.
Produksi yang menurun memicu kenaikan harga sejumlah komoditas di pasar. Selain itu, harga beras juga cenderung meningkat karena belum memasuki masa panen.
Melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta para pemangku kepentingan, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Banyumas tetap terjaga hingga setelah perayaan Idul Fitri 1447 H.













