Yorrys mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas dan melakukan investigasi mendalam terhadap serangkaian kekerasan tersebut. Ia menegaskan pentingnya perlindungan bagi tenaga pendidik dan infrastruktur pendidikan yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia di Papua.
“Saya meminta seluruh pihak, khususnya aparat keamanan untuk melakukan tindakan tegas dan investigasi menyeluruh untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi tenaga pendidik dan bangunan sekolah di Tanah Papua,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris MPR for Papua, Filep Wamafma, juga menyerukan agar seluruh pihak memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya kekerasan di sektor pendidikan Papua Pegunungan. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan langkah komprehensif lintas lembaga agar Papua bisa benar-benar menuju Tanah Damai.
Filep yang juga menjabat sebagai Ketua Komite III DPD RI menyoroti banyaknya korban di kalangan guru dan pembakaran sekolah sepanjang tahun 2025. Ia menilai, situasi ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan retorika perdamaian atau dikaitkan dengan konflik antara OPM dan TNI/Polri.
“Kekerasan yang menimpa guru dan hancurnya bangunan sekolah ini sudah menyangkut masalah kemanusiaan. Bukan sekadar tentang perbedaan ideologi, tapi masa depan generasi Papua di masa yang akan datang,” ungkap Filep.
Para pimpinan MPR for Papua pun berharap pemerintah pusat bersama aparat keamanan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan dunia pendidikan di Papua dapat berjalan aman dan berkelanjutan, tanpa bayang-bayang kekerasan.













