MyInfo.ID – Kabar terbaru mengenai GTA 6 datang langsung dari bos perusahaan induknya, Take-Two Interactive. Di tengah maraknya studio game yang berlomba memanfaatkan kecerdasan buatan, Rockstar Games justru memilih mempertahankan sentuhan tradisional dalam menggarap sekuel legendaris ini.
CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, baru-baru ini membuka suara soal proses kreatif di balik Grand Theft Auto VI. Dalam wawancara eksklusif dengan GameIndustry.biz, Kamis (13/2) kemarin, ia menegaskan bahwa pengembangan game paling dinanti ini dilakukan sepenuhnya secara manual tanpa sedikit pun intervensi AI generatif.
Pernyataan ini sekaligus menjawab rasa penasaran para penggemar yang selama bertahun-tahun menanti kehadiran seri terbaru dari franchise fenomenal tersebut.
Rockstar Games Pegang Teguh Filosofi “Handcrafted”
Yang dimaksud dengan pendekatan “handcrafted” di sini bukan sekadar jargon pemasaran. Setiap elemen dalam dunia GTA 6 mulai dari gedung pencakar langit, gang sempit, hingga pepohonan di pinggir jalan dirancang satu per satu oleh tim kreatif Rockstar. Tidak ada satupun yang dihasilkan secara otomatis oleh mesin.
Zelnick dengan tegas menyatakan bahwa AI generatif sama sekali tidak dilibatkan dalam proyek ambisius ini.
“Khususnya terkait GTA 6, AI generatif tidak punya peran apa pun dalam proses pembuatan yang sedang dilakukan Rockstar Games.”
Pernyataan ini menarik karena di era serba instan seperti sekarang, banyak pengembang game mulai mengandalkan kecerdasan buatan untuk mempercepat produksi. Tapi Rockstar memilih jalan yang lebih lambat, lebih rumit, tapi menurut mereka jauh lebih bermakna.
Metode manual ini memang sudah menjadi ciri khas Rockstar sejak dulu. Mereka terkenal sebagai studio yang “gila detail” tipe pengembang yang rela menunda rilis bertahun-tahun asal setiap sudut dunia virtual terasa hidup dan autentik.
AI Tetap Dipakai, Tapi Bukan untuk Urusan Kreatif
Meski menolak keras penggunaan AI generatif untuk GTA 6, bukan berarti Take-Two sebagai perusahaan anti teknologi. Zelnick mengungkapkan bahwa perusahaannya justru cukup aktif mengeksplorasi potensi AI di berbagai lini bisnis lain.
Saat ini ada ratusan proyek percontohan yang melibatkan kecerdasan buatan di berbagai divisi Take-Two. Teknologi ini dimanfaatkan untuk urusan operasional, efisiensi biaya, hingga mempercepat beberapa alur kerja yang sifatnya teknis.












