Kesalahan mengambil keputusan pada awal perjalanan bisa berdampak besar pada kilometer-kilometer berikutnya. Terlebih, peserta harus melewati sejumlah checkpoint dan memenuhi batas waktu yang telah ditentukan penyelenggara.
Kerusakan sepeda juga menjadi tantangan yang harus dihadapi sendiri. Ketika terjadi masalah teknis, peserta tidak bisa mengandalkan mekanik atau kru yang datang dari belakang.
Begitu pula ketika kondisi tubuh menurun. Pesepeda harus mampu membaca kondisi dirinya sendiri dan menentukan langkah yang paling aman agar tetap dapat melanjutkan perjalanan.
Diikuti 200 Pesepeda dari 13 Negara
Bentang Jawa 2026 mencatat jumlah peserta terbesar sepanjang penyelenggaraannya. Total terdapat 200 pesepeda yang mengonfirmasi keikutsertaan dalam edisi tahun ini.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 146 peserta mengikuti kategori solo, sedangkan 54 peserta turun pada kategori pair.
Keikutsertaan peserta perempuan juga tercatat sebanyak 16 orang di kedua kategori. Sementara peserta internasional mencapai 29 orang yang berasal dari 13 kewarganegaraan.
Para peserta internasional tersebut datang dari berbagai kawasan, mulai Asia Tenggara hingga Eropa dan Amerika Utara.
Jumlah peserta yang besar membuat Bentang Jawa 2026 tidak hanya menjadi ajang adu ketahanan fisik, tetapi juga mempertemukan komunitas ultra-cycling dari berbagai negara dalam satu tantangan di Pulau Jawa.
Bukan Sekadar Adu Cepat
Bentang Jawa 2026 pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang mampu mengayuh sepeda paling cepat.
Peserta harus menggabungkan daya tahan fisik, kemampuan membaca rute, strategi istirahat, manajemen energi, keterampilan teknis hingga kemampuan mengambil keputusan dalam kondisi tubuh yang terus mengalami kelelahan.
Bagi Anto, perjalanan tersebut juga memiliki makna tersendiri karena menjadi kesempatan membawa nama Kroya dalam ajang ultra-endurance dengan tantangan ekstrem.
Perjalanan sejauh 1.500 kilometer dari ujung barat Pulau Jawa menuju ujung timur itu menjadi pembuktian bahwa dalam olahraga ultra-cycling, kekuatan kaki saja tidak cukup.
Ketahanan, strategi, disiplin, dan kemampuan mengelola diri selama berhari-hari menjadi kunci untuk bertahan hingga kilometer terakhir.
Sebelumnya, cyclist ultra nasional Zidan Attala Nouval Hidayat menyabet gelar juara kategori Solo Male dalam ajang balap sepeda jarak jauh Bentang Jawa 2026. Ia melahap jarak 1.500 km dari Pantai Carita Banten menuju Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, dalam waktu 3 hari, 9 jam, 43 menit. Zidan memasuki garis finis pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 15.13 WIB.















