“Isolasi sosial bukan hanya tentang sedikitnya interaksi, tetapi tentang kualitas hubungan dan rasa bermakna di dalamnya. Menjadi bagian yang berarti bagi orang lain sangat berpengaruh terhadap kesehatan kognitif,” jelasnya.
Keterlibatan sosial aktif disebut berkontribusi terhadap pembentukan cognitive reserve, yakni kemampuan otak membangun jalur alternatif saat terjadi gangguan.
“Prinsipnya, “use it or lose it”; semakin aktif dan bermakna aktivitas sosial seseorang, semakin besar peluang mempertahankan fungsi kognitif,” tegasnya.
Pendekatan Holistik dalam Praktik Klinis
Dalam praktik pelayanan kesehatan, Prof Myrra Vernooij-Dassen mendorong skrining rutin dan pengendalian faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Pengelolaan tekanan darah, kadar lemak, obesitas, gangguan pendengaran, serta depresi menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan.
Ia juga menyampaikan berbagai intervensi psikososial yang dapat diterapkan, seperti rehabilitasi kognitif, terapi okupasi, latihan fisik, terapi musik, hingga pendekatan case management untuk menjaga kualitas hidup pasien.
Selain aspek medis, ia menegaskan pentingnya menjaga martabat pasien melalui pendekatan shared decision making dalam pengambilan keputusan klinis, serta edukasi keluarga guna mengurangi stigma terhadap penyintas demensia.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen FK Unsoed dalam mengintegrasikan aspek biologis, psikologis, dan sosial dalam pendidikan kedokteran, serta membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan kapasitas bersama Radboud University Medical Center.













