PURWOKERTO, MyInfo.ID – Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed) menghadirkan pakar demensia asal Belanda, Prof Myrra Vernooij-Dassen, dalam kuliah bertajuk Providing Holistic Care for People with Dementia: Addressing Psychosocial Issues, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini diikuti dosen, mahasiswa kedokteran, serta residen neurologi dan anestesiologi.
Kehadiran akademisi dari Radboud University Medical Center tersebut menjadi bagian dari penguatan pendekatan biopsikososial di FK Unsoed, sekaligus respons atas meningkatnya kasus demensia di Indonesia.
4 Juta Kasus Demensia di Indonesia
Dalam paparannya, Prof Myrra Vernooij-Dassen menyebut prevalensi demensia global mencapai sekitar 25 juta kasus. Di Indonesia, jumlahnya diperkirakan menyentuh 4 juta orang.
Ia menyoroti bahwa hampir setengah faktor risiko demensia sebenarnya dapat dicegah atau dikendalikan.
“Sekitar 45 persen faktor risiko demensia sebenarnya dapat kita intervensi. Artinya, kita memiliki peluang besar untuk memperlambat bahkan mencegah sebagian kasus melalui pendekatan yang tepat,” ujarnya.
Faktor risiko yang dimaksud antara lain rendahnya tingkat pendidikan, isolasi sosial, gangguan pendengaran, dislipidemia, hipertensi, diabetes, stroke, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta depresi. Menurutnya, intervensi dini menjadi kunci untuk menekan angka kejadian.
Isolasi Sosial dan Dampak pada Fungsi Kognitif
Selain aspek medis, ia menekankan pentingnya konsep social health dalam menjaga kesehatan kognitif. Konsep ini merujuk pada kemampuan seseorang membangun relasi bermakna, menjaga kemandirian, serta tetap terlibat dalam kehidupan sosial.













