News  

Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Keagamaan, Menag: Sasar 12,5 Juta Siswa Lintas Agama

Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Keagamaan, Menag: Sasar 12,5 Juta Siswa Lintas Agama
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Keagamaan, Menag: Sasar 12,5 Juta Siswa Lintas Agama. Foto: Kemenag

Menurut Menag, CKG bukan hanya program jangka pendek, tetapi juga bagian dari strategi besar dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing secara global.

“Jadi saya ingatkan tadi, dari peserta didik Kementerian Agama sebanyak 12,5 juta tadi itu. Maka CKG di lembaga pendidikan agama dan keagamaan menjadi krusial dan mendukung visi Indonesia 2045,” ujarnya.

Kementerian Agama mengimbau seluruh sekolah keagamaan untuk menyiapkan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan. Hal ini mencakup penyediaan ruang kelas atau aula, alat ukur tinggi badan, timbangan, serta lembar pemeriksaan penglihatan. Menag juga meminta guru dan tenaga kependidikan untuk mendampingi proses teknis di lapangan.

Ia menegaskan bahwa setiap Kepala Kanwil dan Kankemenag wajib mengawal pelaksanaan program ini secara menyeluruh.

“Siapa pun sekolah-sekolah yang tidak memberikan perhatian penuh, nanti kami akan berikan semacam perhatian khusus,” tegasnya.

“Saya imbau kepada seluruh Kepala Kanwil se-Indonesia, kalau nanti saya tahu ada di antara sekolah yang tidak mendapatkan pemeriksaan, saya akan panggil para Kepala Kanwil dan Kankemenag-nya,” tambah Nasaruddin.

Kemenag juga akan menggencarkan sosialisasi kepada orang tua dan peserta didik, termasuk mendorong aktivasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta pemanfaatan aplikasi Satu Sehat Mobile. Dengan integrasi ini, hasil pemeriksaan bisa langsung diakses secara digital dan berkesinambungan.

Menag berharap CKG tidak berhenti sebagai program tahunan, tetapi bisa menjadi gerakan nasional berkelanjutan yang mengakar pada nilai-nilai agama dan gotong royong lintas iman.

“Dengan menjangkau anak-anak dari berbagai agama dan latar belakang, program ini menjadi simbol nyata bahwa membangun masa depan bangsa harus dimulai dari kerja bersama lintas iman, lintas institusi, dan lintas generasi,” pungkas Menag.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow