Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas, Dodit Bambang Widodo, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk karya para pelukis, tetapi juga sarana edukatif bagi masyarakat.
“Ya, jadi acara yang bertajuk Sastra Rupa dengan pameran lukisan bertema Babad Banyumas itu tidak sekadar ekspresi kemampuan para pelukis Banyumas yang berjumlah 30 orang untuk bermain warna-warni di atas kanvas. Tapi juga sebagai media edukasi berkaitan dengan Babad Banyumas, yaitu lahirnya Kabupaten Banyumas,” jelasnya.
Dodit menambahkan, pihaknya telah mengusulkan agar hasil karya lukisan tersebut dapat dipajang di area Kantor Kecamatan Banyumas, sehingga wisatawan yang datang ke kawasan kota lama bisa mengenal sejarah Banyumas secara visual.
“Ya semoga bisa terealisasi,” harapnya.
Pameran Sastra Rupa ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis di Aula Hetero Space Purwokerto mulai tanggal 22 hingga 26 Oktober 2025.













