Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Pemkab Banyumas juga menyiapkan langkah cepat dalam menangani kerusakan infrastruktur jalan.
Bupati telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk membuka pos darurat yang siap merespons laporan masyarakat.
“Jadi nanti kalau ada aduan mengani jalan yang rusak, langsung ditambal,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolresta Banyumas Petrus Parningotan Silalahi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi pengaturan arus lalu lintas selama mudik.
“Setiap kecamatan akan ada tim urai dan kami menempatkan 8 strong point, di titik-titik yang nanti menjadi pusat keramaian, baik nanti di mall maupun objek wisata,” jelasnya.
Selain itu, kepolisian juga menghadirkan inovasi digital untuk membantu pemudik, yakni chatbot “Koridor” yang terintegrasi dalam sistem Sipolan (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas) milik Ditlantas Polda Jawa Tengah.
“Nantinya, pemudik bisa mendapatkan informasi mengenai lalu lintas dan jalur, akses fasilitas, chatbot AI WhatsApp dan terintegrasi juga dengan call center,” jelasnya.
Layanan ini dapat diakses dengan memindai QR Code yang tersedia di rest area, pos polisi, maupun media sosial resmi kepolisian.













