Tak hanya menghadirkan balon bertema edukasi, BI Purwokerto juga membuka sesi sosialisasi langsung kepada para pengunjung festival. Petugas memberikan pemahaman mengenai gerakan 5J, yakni Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi, sebagai upaya menjaga kualitas uang rupiah.
Christoveny menjelaskan, kampanye tersebut merupakan bagian dari program nasional Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah).
“Edukasi 5J merupakan bagian dari pilar Cinta Rupiah dalam program nasional Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah). Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kesadaran bahwa merawat rupiah adalah tanggung jawab bersama. Festival Balon Udara UMP menjadi momentum yang sangat baik untuk menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda,” ujar Christoveny.
Melalui kombinasi kampanye PeKA, promosi penggunaan QRIS, serta edukasi gerakan 5J, Bank Indonesia berharap masyarakat tidak hanya semakin cakap memanfaatkan layanan pembayaran digital, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga uang rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menyambut baik kolaborasi yang terjalin antara kampus dan Bank Indonesia dalam menghadirkan edukasi kepada masyarakat melalui Festival Balon Udara UMP 2026.
Menurutnya, sinergi tersebut membuktikan bahwa perguruan tinggi dapat berperan sebagai mitra strategis berbagai lembaga dalam mendukung program pembangunan.
“Kami mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dengan Bank Indonesia Purwokerto dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui Festival Balon Udara UMP. Kegiatan ini menjadi contoh bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Dr. Jebul Suroso.
Ia menegaskan UMP akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia, terutama dalam mendukung peningkatan literasi keuangan, transformasi digital, serta penguatan ekonomi masyarakat.















