News  

Antrean Kendaraan di Gilimanuk Menyusut dari 20 Km Jadi 8 Km, Ini Strategi Kemenhub

Kementerian Perhubungan bersama sejumlah pemangku kepentingan bergerak cepat mengurai kemacetan panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk. Foto: Kemenhub

Karena itu, pemerintah kembali mengingatkan pelaku usaha angkutan barang untuk mematuhi aturan pembatasan yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).

Jika kepadatan masih terjadi hingga mendekati Hari Raya Nyepi, pemerintah telah menyiapkan skenario lanjutan.

Kendaraan kecil dan bus akan diprioritaskan untuk masuk kapal, mengingat tingginya jumlah penumpang pada moda tersebut. Sementara kendaraan besar akan diarahkan ke buffer zone.

“Sementara terhadap kendaraan besar, apabila tertahan maka akan ditampung di buffer zone, kemudian sopir-sopirnya akan kita berangkatkan ke Banyuwangi sambil menunggu selesainya perayaan Hari Nyepi,” imbuhnya.

Menhub memastikan para sopir tetap difasilitasi selama menunggu, termasuk transportasi dari Gilimanuk ke Banyuwangi dan sebaliknya, serta akomodasi yang disiapkan oleh ASDP.

Pengaturan tidak hanya dilakukan di sisi Bali. Di Pelabuhan Ketapang, langkah antisipasi juga disiapkan untuk mencegah penumpukan kendaraan dari arah seberang.

Salah satunya dengan memanfaatkan ruas tol fungsional dari Besuki guna memperlancar distribusi kendaraan yang tiba dari Gilimanuk. Selain itu, buffer zone tambahan juga disediakan sebagai titik istirahat sekaligus pengendali arus.

“Di sisi Ketapang sekarang sudah ada ruas tol fungsional dari Besuki. Dengan adanya jalan tol tersebut diharapkan aliran kendaraan yang tiba dari Gilimanuk bisa teratasi. Ketapang juga ada beberapa buffer zone diperuntukkan sebagai tempat istirahat dan untuk menahan kendaraan,” tuturnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow