News  

Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Radius Aman Diperluas Jadi 3 Km dari Kawah

Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Radius Aman Diperluas Jadi 3 Km dari Kawah. Foto: Badan Geologi KESDM

Kondisi tersebut diperkuat dengan hasil analisis citra termal yang menunjukkan lonjakan suhu kawah. Suhu maksimum meningkat dari sekitar 247,4 derajat Celsius pada September 2024 menjadi 411,2 derajat Celsius pada 2 April 2026, lalu kembali naik menjadi 463 derajat Celsius pada 3 April 2026.

Selain itu, sebaran panas yang sebelumnya terpusat kini meluas membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah. Perubahan ini mengindikasikan berkembangnya sistem rekahan dan meningkatnya intensitas pelepasan gas di area kawah.

Data kegempaan periode tanggal 16 Maret – 3 April 2026, yaitu terekam 866 kali Gempa
Hembusan, 623 kali Gempa Low Frequency, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 12 kali Gempa
Tektonik Jauh, Tremor Menerus dengan amplitudo 1 mm, dominan 0.5 mm.

“Kejadian gempa frekuensi rendah di G. Slamet terekam secara fluktuatif. Sejak 22 Maret 2026, aktivitas ini menunjukkan peningkatan, yang kemudian rekaman menjadi semakin tegas dan menerus sejak tanggal 27 Maret 2026 hingga awal April 2026. Gempa-gempa berfrekuensi rendah ini terekam secara teratur dengan amplitudo dan durasi yang relatif seragam, berasosiasi dengan adanya peningkatan aktivitas gas magmatik,” ucapnya.

Pemantauan deformasi memperlihatkan pola pergerakan magma yang semakin mendekati permukaan. Indikasi ini terlihat dari kombinasi deflasi dan inflasi di sejumlah titik pemantauan, yang menandakan adanya migrasi magma dari kedalaman ke lapisan lebih dangkal.

Tekanan di bawah tubuh gunung yang terus meningkat memicu kemunculan gempa dangkal dan memperbesar potensi terjadinya erupsi.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah puncak. Selain itu, warga juga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan abu yang bisa menyebar mengikuti arah dan kecepatan angin.

Pemerintah memastikan pemantauan terus dilakukan secara intensif guna mengantisipasi perkembangan lebih lanjut dari aktivitas Gunung Slamet.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow